Senin, 21 September 2015

Network Bridge

Pengertian Network Bridge

11 Agustus 2015
hehehe, sore ini saya akan posting apa itu "Bridge" dalam jaringan yang berkaitan dengan tugas pelajaran Rancang Bangun Jaringan (RBJ).

NETWORK BRIDGE
Bridge adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Bridge beroperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Bridge juga dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda, seperti halnya antara Token Ring dan Ethernet. Jembatan akan membuat sinyal yang ditransmisikan oleh pengirim tapi tidak melakukan konversi terhadap protokol, sehingga agar dua segmen jaringan yang dikoneksikan ke jembatan tersebut harus terdapat protokol jaringan yang sama (seperti halnya TCP/IP). Bridge juga kadang-kadang mendukung protokol Simple Network Management Protocol (SNMP), dan beberapa di antaranya memiliki fitur diagnosis lainnya.

sekian postingan saya mengenai bridge mudah mudahan bermanfaat untuk para pembaca dan pengunjung blog saya terima kasih, wassalamualaikum wr. wb.

Firewall

Pengertian Firewall

 11 Agustus 2015
Sore para pengunjung dan pembaca blog saya, saya kali ini akan posting mengenai "Firewall" dalam jaringan.

Firewall

Firewall  adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diterapkan dalam sebuah dedicated machine, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.
Firewall digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi kenyataan.


Fungsi Firewall
  • Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
  • Melakukan autentikasi terhadap akses
  • Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
  • Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator
Cara Kerja Firewall

Firewall berada di antara kedua jaringan seperti internet dan komputer sehingga firewall berfungsi sebagai pelindung. Tujuan utama adanya firewall adalah untuk user yang tidak menginginkan lalu lintas jaringan yang berusaha masuk ke komputer, namun tidak hanya itu saja yang bisa dilakukan firewall. Firewall juga dapat menganalisis jaringan yang mencoba masuk ke komputer anda, dan dapat melakukan apa yang harus dilakukan ketika jaringan tersebut masuk. Contohnya saja, firewall bisa diatur untuk memblokir beberapa jenis jaringan yang mencoba keluar atau mencatat log lalu lintas jaringan yang mencurigakan.
Firewall bisa memiliki berbagai aturan yang dapat anda tambahkan atau hapus untuk menolak jaringan tertentu. Contohnya saja, hanya dapat mengakses alamat IP tertentu atau mengumpulkan semua akses dari tempat lain untuk ke satu tempat yang aman terlebih dahulu.


terima kasih untuk para pembaca semoga bermanfaat, sekian postingan saya mengenai firewall.

Bandwidth

Pengertian Bandwidth

11 Agustus 2015
assalamualaikum wr. wb. sore para pengunjung, saya akan posting nih mengenai "Bandwidth" oke, mulai dari apa itu bandwidth.

Bandwidth

Bandwidth dalam teknologi komunikasi adalah perbedaan antara frekuensi terendah dan frekuensi tertinggi dalam rentang tertentu. Sebagai contoh, line telepon memiliki bandwidth 3000Hz (Hertz), yang merupakan rentang antara frekuensi tertinggi (3300Hz) dan frekuensi terendah (300Hz) yang dapat dilewati oleh line telepon ini. sekarang lanjut ke pengertian bandwidth.


Pengertian Bandwidth


Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi.  Bandwidth dapat diartikan sebagai perbedaan antara komponen sinyal frekuensi tinggi dan sinyal frekuensi rendah. frekuensi sinyal diukur dalam satuan Hertz. sinyal suara tipikal mempunyai Bandwidth sekitar 3 kHz, analog TV broadcast (TV) mempunyai Bandwidth sekitar 6 MHz.
Bandwidth dalam ilmu komputer adalah suatu penghitungan konsumsi data yang tersedia pada suatu telekomunikasi. Dihitung dalam satuan bits per seconds (bit per detik). Perhatikan bahwa bandwidth yang tertera komunikasi nirkabel, modem transmisi data, komunikasi digital, elektronik, dll, adalah bandwidth yang mengacu pada sinyal analog yang diukur dalam satuan hertz (makna asli dari istilah tersebut) yang lebih tepat ditulis bitrate daripada bits per second.
Dalam dunia web hosting, bandwidth capacity diartikan sebagai nilai maksimum besaran transfer data (tulisan, gambar, video, suara, dan lainnya) yang terjadi antara server hosting dengan komputer klien dalam suatu periode tertentu. Contohnya 5 GB per bulan, yang artinya besaran maksimal transfer data yang bisa dilakukan oleh seluruh klien adalah 5 GB, jika bandwidth habis maka website tidak dapat dibuka sampai dengan bulan baru. Semakin banyak fitur di dalam website seperti gambar, video, suara, dan lainnya, maka semakin banyak bandwidth yang akan terpakai.


Bandwidth Komputer


Bandwidth Komputer Di dalam jaringan Komputer, Bandwidth sering digunakan sebagai suatu sinonim untuk data transfer rate yaitu jumlah data yang dapat dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (pada umumnya dalam detik). Jenis Bandwidth ini biasanya diukur dalam bps (bits per second). Adakalanya juga dinyatakan dalam Bps (bytes per second). Suatu modem yang bekerja pada 57,600 bps mempunyai Bandwidth dua kali lebih besar dari modem yang bekerja pada 28,800 bps. Secara umum, koneksi dengan Bandwidth yang besar/tinggi memungkinkan pengiriman informasi yang besar seperti pengiriman gambar/images dalam video presentation.

sekian postingan ini mudahan bisa bermanfaat bagi penulis dan pembaca saya akhiri wassalamualaikum wr. wb.

Wireless dan Access Point

Pengertian Wireless Access Point dan Wireless Client


11 Agustus 2015

assalamualaikum wr. wb. saya mau posting tentang wireless ap dan wireless client ni, simak sampai bawah ya :)
Wireless Access Point

Dalam jaringan komputer, Wireless Access Point adalah suatu peranti yang memungkinkan peranti nirkabel untuk terhubung ke dalam jaringan dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth, atau standar lain. WAP biasanya tersambung ke suatu router (melalui kabel) sehingga dapat meneruskan data antara berbagai peranti nirkabel (seperti komputer atau pencetak) dengan jaringan berkabel pada suatu jaringan. Standar yang diterapkan untuk WAP ditetapkan oleh IEEE dan sebagian besar menggunakan IEEE 802.11.


Wireless Client

Wireless Client, merupakan client / device yang menerima sinyal / frekuensi yang dipancarkan dari wireless access point, seperti Wi-Fi, Bluetooth. Yang tentunya frekuensi dari pemancar dan yang menerima sama.


sekian postingan saya mengenai wireless access point dan wireless client, terima kasih wassalamualaikum wr. wb.

Komunikasi Data

Komunikasi Data

Jumat, 14 Agustus 2015
Komunikasi Data adalah proses pengiriman data / informasi dari dua / lebih device (komputer, smartphone, handphone, dll) yang terhubung dalam suatu jaringan. Dapat juga diartikan sebagai upaya untuk bertukar pesan antara pengirim & penerima informasi.

Blok Diagram Komunikasi Data :

Sumber -> Pengirim -> Sistem Transmisi -> Penerima -> Tujuan

Metoda Komunikasi :
  1. Simplex, yaitu komunikasi satu arah, pengirim hanya bisa mengirim pesan ke penerima dan tidak dapat menerima pesan && penerima hanya dapat menerima pesan dari pengirim dan tidak dapat mengirim pesan (Contoh : Radio, Televisi, dll)
  2. Half-Duplex, yaitu komunikasi dua arah, pengirim dan penerima masing – masing dapat mengirim dan menerima pesan tetapi secara bergantian (Contoh : Walkie Talkie, Chatting, dll)
  3. Full-Duplex, yaitu komunikasi dua arah seperti Half-Duplex, tetapi penerima dan pengirim dapat mengirim dan menerima pesan secara bersamaan dalam satu waktu (Contoh : Telepon, Video Call, dll)

Klasifikasi Komunikasi berdasarkan Informasi yang dikirim dan diterima :
  1. Komunikasi Audio, yaitu jenis komunikasi yang hanya memungkinkan mengirim dan menerima informasi dalam bentuk suara (Contoh : Radio, Voice Mail, dll)
  2. Komunikasi Video, yaitu jenis komunikasi yang memungkinkan mengirim dan menerima informasi dalam bentuk gambar (Contoh : Big Screen yang menampilkan iklan di kota – kota, dll)
  3. Komunikasi Audio & Video, yaitu komunikasi yang memungkinkan mengirim dan menerima informasi dalam bentuk suara dan gambar sekaligus (Contoh : Televisi, Video Call, dll)
  4. Komunikasi Data, yaitu komunikasi yang mana informasi yang dikirimkan dan diterima berupa data digital (Contoh : Aplikasi Internetworking pada jaringan komputer)


Jenis – jenis Komunikasi Data : 
  1. Terestrial, menggunakan media kabel dan nirkabel sebagai aksesnya
  2. Satelit, menggunakan satelit sebagai aksesnya


Hal wajib yang harus ada dalam sebuah komunikasi data adalah :
  1. Receiver / Penerima, penerima data / informasi yang dikirim oleh sender
  2. Sender / Pengirim, pengirim data / informasi yang selanjutnya akan diterima oleh receiver
  3. Message / Pesan, data yang dikirim oleh sender
  4. Media Transmisi, media yang dibutuhkan oleh data / informasi yang dikirim oleh sender agar sampai ke receiver (Contoh : Kabel, udara, dll)
  5. Protocol, aturan yang harus disepakati oleh dua atau lebih device agar dapat berkomunikasi (Contoh : IEEE 802.11 standar yang digunakan untuk jaringan local menggunakan wireless)

Protocol pada Jaringan Komputer

Jenis Jenis Protocol dan Fungsinya Pada Jaringan Komputer

  Jumat, 14 Agustus 2015
Protokol

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :
  • Protokol lapisan aplikasi
  • Protokol lapisan antar-host
  • Protokol lapisan internetwork
  • Protokol lapisan antarmuka jaringan
  • UDP ( User Datagram Protokol)


UDP

UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.

Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi.
UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.

Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

Point-to-Point Protocol

Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.

Serial Line Internet Protocol

Serial Line Internet Protocol dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
Disingkat dengan SLIP. Sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.

Internet Control Message Protocol (ICMP)

adalah salah satu protokol inti dari keluarga. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan. protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.

POP3 (Post Office Protocol)

POP3 adalah kepanjangan dari Post Office Protocol version 3, yakni protokol yang digunakan untuk mengambil email dari email server. Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem email yang mengharuskan adanya email server yang menampung email untuk sementara sampai email tersebut diambil oleh penerima yang berhak. Kehadiran email server ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer penerima email yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet.

IMAP (Internet Message Access Protocol)

IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang ada. Kemampuan ini jauh lebih baik daripada POP (Post Office Protocol) yang hanya memperbolehkan kita mengambil/download semua pesan yang ada tanpa kecuali.

adalah suatu  protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik atau email di Internet. Protokol ini gunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima. Untuk menggunakan SMTP bisa dari Microsoft Outlook. biasanya untuk menggunakan SMTP di perlukan settingan :

1. Email Address : contoh —> anda@domainanda.com
2. Incoming Mail (POP3, IMAP or HTTP) server : mail.doaminanda.com
3. Outgoing (SMTP) server : mail.domainanda.com
4. Account Name : anda@domainanda.com
5. Password : password yang telah anda buat sebelumnya

HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

HTTP (Hypertext Transfer Protocol) suatu protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.

Contohnya bila kita mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser maka web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server. Web server kemudian akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang diminta oleh web browser. Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web browser untuk ditampilkan kepada kita.

HTTPS

https adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris. Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in the middle attacks. Pada umumnya port HTTPS adalah 443.

Tingkat keamanan tergantung pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser web dan perangkat lunak server dan didukung oleh algorithma penyandian yang aktual.
Oleh karena itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai dengan ‘https://’ bukan dengan ‘http://’

SSH (Sucure Shell)

SSH adalah protocol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara dua komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh mengirim file, membuat Tunnel yang terrenkripsi dan lain-lain. Protocol ini mempunyai kelebihan disbanding protocol yang sejenis seperti Telnet, FTP, Danrsh, karena SSH memiliki system Otentikasi,Otorisasi, dan ekripsinya sendiri. Dengan begitu keamanan sebuah sesi komunikasi melalui bantuan SSH ini menjadi lebih terjamin.

Telnet (Telecommunication network)

Adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.

FTP ( File Transfer Protocol )

FTP ( File Transfer Protocol ) adalah sebuah protocol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) computer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP atau protocol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara klien dan server, sehingga diantara kedua komponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum transfer data dimulai. FTP hanya menggunakan metode autentikasi standar, yakni menggunakan User name dan paswordnya yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguana terdaftar dapat menggunakan username dan password-nya untuk mengakses ,men-dawnload ,dan meng- updlot berkas- berkas yang ia kehenaki. Umumnya, para pengguna daftar memiliki akses penuh terdapat berapa direkotri , sehingga mereka dapat berkas , memuat dikotri dan bahkan menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar dapat juga menggunakan metode anonymous login,yakni dengan menggunakan nama pengguna anonymous & password yang diisi dengan menggunakan alamat e-mail. Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.

Tujuan FTP server adalah sebagai beikut :
  • Untuk men-sharing data.
  • Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
  • Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi User.
  • Untuk menyediakan tranper data yang reliable dan efisien.

LDAP

LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet. Protokol LDAP membentuk sebuah direktori yang berisi hirarki pohon yang memiliki cabang, mulai dari negara (countries), organisasi, departemen sampai dengan perorangan. Dengan menggunakan LDAP, seseorang dapat mencari informasi mengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari itu.

SSL (Secure Socket Layer)

SSL (Secure Socket Layer) adalah arguably internet yang paling banyak digunakan untuk enkripsi. Ditambah lagi, SSL digunakan tidak hanya keamanan koneksi web, tetapi untuk berbagai aplikasi yang memerlukan enkripsi jaringan end-to-end.

Secure Sockets Layer (SSL) merupakan sistem yang digunakan untuk mengenkripsi pengiriman informasi pada internet, sehingga data dapat dikirim dengan aman. Protokol SSL mengatur keamanan dan integritas menggunakan enkripsi, autentikasi, dan kode autentikasi pesan. SSL protocol menyedian privasi komunikasi di internet. SSL tidak mendukung fileencryption, access-control, atau proteksi virus, jadi SSL tidak dapat membantu mengatur data sensitif setelah dan sebelum pengiriman yang aman.

IP Addressing

Pengertian IP Address, Kelas, Jenis, dan Fungsi IP Address

Jumat, 14 Agustus 2015
IP Address

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Contoh ip address yang umum dan sering di gunakan 192.168.1.1
nilai-nilai tertentu yang dilarang untuk digunakan sebagai alamat IP yang unik. Sebagai contoh, alamat IP  0.0.0.0 dicadangkan untuk standar jaringan dan alamat 255.255.255.255. Oktet melayani tujuan lain dari pada hanya memisahkan angka.Octet dipisahkan menjadi dua bagian: Net dan host . Bagian Net selalu berisi octet pertama. Hal ini digunakan untuk mengidentifikasi jaringan bahwa komputer milik. Host (kadang-kadang disebut sebagai Node ) mengidentifikasi komputer yang sebenarnya pada jaringan. Bagian Hosti selalu berisi octet terakhir.


FUNGSI :
IP Address mempunyai dua fungsi :
  1. sebagai alat indentifikasi host
  2. sebagai alamat suatu jaringan
Kelas- kelas IP Address dibagi menjAdi 5 :
  1. Kelas A mempunyai range antara 0.0.0.0 sampai 127.255.255.255
  2. Kelas B mempunyai range antara 128.0.0.0 sampai 191.255.255.255
  3. Kelas C mempunyai range antara 192.0.0.0 sampai 223.255.255.255
  4. Kelas D mempunyai range antara 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255 
  5. Kelas E mempunyai range antara 240.0.0.0 sampai 254.255.255.255

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
  1. IP versi 4 (IPv4)
  2. IP versi 6 (IPv6)

Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4 Panjang totalnya adalah 32 bit,secara realistis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256= 4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6

Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol Internet versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IPv6 adalah 21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a.

OSI Layer

Apa itu OSI Layer / Seven Layer ?

14 Agustus 2015
OSI Layer

OSI Layer adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).

Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.


OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut:

7. Application : Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
6. Presentation : Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5. Session :Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4. Transport : Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3. Network : Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2. Data Link : Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1. Physical : Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Web Proxy Mikrotik

Penjelasan Web Proxy Mikrotik

Selasa, 18 Agustus 2015
Penjelasan Web Proxy Mikrotik
Proxy adalah suatu aplikasi yang menjadi perantara antara client dengan server, sehingga client tidak akan berhubungan langsung dengan server-server yang ada di Internet. Mikrotik memiliki fitur Web proxy yang bisa digunakan sebagai proxy server yang nantinya akan menjadi perantara antara browser user dengan web server di Internet.
Cara Kerja Web Proxy
Ketika user membuka suatu situs, maka browser akan mengirimkan HTTP request ke Server, namun karena computer user ini menggunakan web proxy maka proxy akan menerima HTTP request dari browser tersebut kemudian membuat HTTP request baru atas nama dirinya. HTTP request baru buatan Proxy inilah yang diterima oleh Server kemudian Server membalas dengan HTTP Response dan diterima oleh Proxy yang kemudian diteruskan ke browser user yang sebelumnya melakukan request.
Perbedaan Web Proxy dengan NAT
Mungkin penjelasan cara kerja web proxy di atas hamper mirip dengan NAT (Network Address Translation) Masquerade, namun sebenarnya berbeda. Karena jika menggunakan NAT, maka Mikrotik hanya akan meneruskan HTTP Request yang dibuat oleh computer user. HTTP request tersebut diteruskan ke Server oleh Mikrotik tanpa membuat HTTP request baru seperti halnya pada Web Proxy.
NAT hanya menangani paket data saja, sedangkan Proxy bekerja dengan memeriksa konten dari HTTP Request dan Response secara detail, sehingga Proxy sering juga disebut sebagai Application Firewall. 
Web Proxy Membutuhkan Resource CPU Besar
Jika mengaktifkan fitur Web proxy pada Mikrotik anda harus memperhatikan kapasitas memori dan CPU. Karena Mikrotik akan membuat HTTP Request baru atas nama dirinya, sehingga membutuhkan pemakaian Resource memori dan CPU yang lebih besar daripada hanya menggunakan NAT. Jika pemakaian resource Mikrotik berlebihan maka akan membuat Router Mikrotik anda hang dan koneksi internet pun akan jadi lambat.
Keuntungan menggunakan Web Proxy
Fungsi dari proxy secara umum adalah sebagai Caching, Filtering, dan Connection Sharing. Semua fungsi ini dapat anda temui pada Web Proxy Mikrotik. Berikut ini adalah Keuntungan / Manfaat Web Proxy pada Mikrotik :

Caching
Web Proxy Mikrotik dapat melakukan caching content yaitu menyimpan beberapa konten web yang disimpan di memori Mikrotik. Konten tersebut akan digunakan kembali apabila ada permintaan pada konten itu lagi. Misalnya anda membuka Facebook.com, maka file-file pada web tersebut seperti image, script, dll akan disimpan oleh web proxy, sehingga jika lain kali anda membuka Facebook maka tidak perlu konek ke Internet pun halaman itu bisa dibuka dengan mengambil file dari cache proxy. Hal ini dapat menghemat bandwidth Internet dan mempercepat koneksi.

Filtering
Dengan menggunakan Web Proxy anda dapat membatasi akses konten-konten tertentu yang di-request oleh client. Anda dapat membatasi akses ke situs tertentu, ekstensi file tertentu, melakukan redirect (pengalihan) ke situs lain, maupun pembatasan terhadap metode akses HTTP. Hal tersebut tidak dapat anda lakukan jika hanya menggunakan NAT. 

Connection Sharing
Web Proxy meningkatkan level keamanan dari jaringan anda, karena computer user tidak berhubungan langsung dengan web server yang ada di Internet.

Demikian Penjelasan Web Proxy Mikrotik, terima kasih telah berkunjung.

Tutorial Instalasi Mikrotik RouterOS

20 Agustus 2015
Jika anda membeli RouterBoard Mikrotik biasanya sudah langsung bisa digunakan tanpa perlu lagi melakukan instalasi RouterOS, tinggal memasukkan lisensi saja. . Cara instalasi Mikrotik menggunakan ISO image memang cukup mudah dilakukan. Anda hanya perlu mendownload file ISO Mikrotik RouterOS, burn ke CD, boot ke CD itu dan install Mikrotik nya. Oke Sekarang kita akan mulai bahas cara install mikrotik RouterOS di PC, silakan simak cara berikut ini :

  • Download ISO Mikrotik RouterOS nya disini : download.
  • Burn file ISO nya ke CD.
  • Masukkan CD Mikrotik ke cd/dvd room.
  • Setting bios komputer anda, pada booting awal (first boot)nya adalah cd/dvd room anda.
  • Setelah di setting maka komputer anda akan booting pertama kale ke cd/dvd room anda. Jika berhasil maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.


  • Lakukan proses instalasi Mikrotik dengan memilih (check) semua pilihan yang ada dengan tombol ‘a‘. Kalo udah dicentang semua tekan tombol ‘i’ untuk meginstall Mikrotik.
  • Setelah itu akan ada pertanyaan (do you want to keep old configuration ? ) tekan aja N (agar konfigurasinya lebih fress )
  • setelah itu ( continue ?) tekan aja Y untuk melanjutkan proses instalasi
  • Tunggu bentar sampe proses instalasi nya selesai. Sabar yahh, cuma bentar kok. Kalo udah selesai tekan tombol Enter untuk reboot
  • Setelah komputer anda restart konfigurasi akan otomatis , tapi jika tidak Klik tombol “Y” untuk menyetujui, atau klik tombol “N” untuk tidak menyetujui. 
  • Setelah itu akan muncul tampilan login. “admin” (tanpa tanda petik) pada Mikrotik Login. Dan pada password enter aja. karena password defaultnya tidak ada password
  • Jika berhasil maka akan muncul gambar tampilan awal mikrotik (lihat gambar dibawah ini). Menandakan anda telah berhasil menginstal mikrotik.
gunakan input : 
system identity set name= (nama anda), untuk mengganti nama [admin@MikroTik]
interface print > interface edit (ganti nama interface)
number 0 : > value name : > name > ether_1_modem ctrl + o simpan

Subnet Mask

Pengertian Subnet Mask

Rabu, 02 September 2015
Pengertian Subnet Mask

Subnet Mask adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada angka perduaan (binary) 32 bit yang digunakan untuk membedakan ID jaringan (network ID) dengan ID induk, yakni: menunjukkan letak suatu induk, entah berada di jaringan setempat atau di jaringan luar.
Setiap induk (host) di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah pola upajaringan meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu pola upajaringan asali (default subnet mask) (yang digunakan ketika memakai pengidentifikasi jaringan berbasis kelas) ataupun pola upajaringan yang disuaikan (yang digunakan ketika membuat sebuah upajaringan atau adijaringan (supernet)) harus diatur pasang dalam setiap simpul (node) TCP/IP.


Menghitung Subnetting IP

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Subnetting Pada IP Address kelas C

Contoh : 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Pascal dan Algoritma

Pascal Dan Algoritma
Sebelum beranjak kepada pembahasan tema apa itu Algoritma, sebaiknya kita mengenok terlebih dahulu kepada bentuk-bentuk permsalahan dan tata cara, aturan main dan mekanisme penyelesaiannya yang senantiasa terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, beragam permasalahan senantiasa muncul ditengah-tengah hiruk pikuk aktivitas kita. Ambil contoh sederhana dalam menyelesaikan permasalahan mendasar kehidupan manusia, yaitu menghilangkan rasa lapar dengan makan. Kita senantiasa mengetahui bahwasyahnya lapar merupakan suatu indikasi permasalah diri yang mesti kita cari bagaimana menyelesaikannya, kita tahu bahwa lapar merupakan salah satu bentuk dari kekurangan diri maka apa dan bagaimana bentuk dalam menyempurnakannya.
Kita sekarang tahu bahwa lapar adalah permasalahannya dan makan merupakan solusinya. Untuk mencapai solusi kita mesti tahu bahwa solusi yang hendak dikejar merupakan suatu bentuk penyelesaian yang dapat memberikan efek terhadap hilangnya suatu permasalahan dan menimbulkan suatu hal baru dari kebalikan dari rasa lapar itu sendiri yaitu rasa kenyang. Jika saja makan sebagai suatu solusi tidak dapat memberikan efek menghilangkan rasa lapar dan menimbulkan rasa kenyang, maka makan yang kita anggap sebagai solusi itu merupakan suatu kekeliruan, atau jika makan memang merupakan solusi yang sebenarnya berarti ada suatu mekanisme yang salah dalam mencapai dan melakukan makan tersebut, misal makan ditunjukan untuk aktivitas memakan makanan yang dapat memberikan nutirisi pada tubuh bukan makanan asal yang dimana keadaan tubuh tetap kekurangan nutrisi sehingga saraf-saraf yang ada pada tubuh tetap memberikan sinyal kepada otak bahwa tubuh kekurangan nutrisi dan tetap menimbulkan rasa lapar. Atau kita keliru dalam melakukan langkah pencapaian dalam menemukan makanan sehingga yang kita temukan hanyalah minuman, maka aktivitas makan tetap tidak dapat kita laksanakan.
Untuk kasus yang lain dalam menujukan bahwa bukan hanya mekanisme dalam pencapaian dan menjalankan solusi yang ada dapat menjadi kekeliruan tetapi juga dari penujukan solusi yang diharapkan. Misal kita tahu bahwa kita sedang lapar maka merokok adalah solusinya, contoh lain ketika seseorang mengetahui dirinya tertolak dalam melamar suatu pekerjaan maka meminum minuman keras lah solusinya, atau kita tahu bahwa dilingkungan kita terjadi suatu praktek ketidak adilan dan kita tahu bahwa ketidak adilan merupakan suatu kekeliruan yang berefek tidak baik maka bersabar dan beribadah sajalah solusinya?.
Nah Algoritma dalam dunia pemograman sebenarnya dapat dimengerti keberadaannya dari gambaran peristiwa diatas, dimana Algoritma ini hadir sebagai suatu bentuk jiwa dan kerangka dari struktur program guna memenuhi kebutuhannya mulai dari penujukan dan pencapaian-pencapaian hasil yang diharapkan dari keberadaan progam itu sendiri.
Pengertian Algoritma dan Pemograman
Secara bahasa atau etimologis, jika kita cari asal-usul kata dari Algoritma yaitu Algorism, yang berarti proses menghitung dengan angka Arab. Sedangkan kata Algorist dikenakan bagi seseorang yang ahli dalam menggunakan perhitungan dengan angka Arab. Menurut sejarah perjalanan matematik, kata Algorism didapat dari penulis buku Arab terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad ibnu Musa al-Kuwarizmi. Dalam buku yang berjudul Kitab al jabr w’almuqabala atau “Buku Pemugaran dan Pengurangan” (The book of restoration and reduction).
Karena penggunaan kata Algorism sering di salah artikan dalam dunia matematik dengan penggunaan kata Arithmetic, maka –sm berubah menjadi ­–thm yaitu menjadi Algorithm. Dalam bahasa Indonesia, kata Algorithm diserap menjadi Algoritma. Secara istilah atau termonologis, menurut buku Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka 1988, dikatakan bahwa Algoritma adalah urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah.
Dengan uraian dari pengertian diatas, maka kita dapat mendefinisikan Algoritma sebagai metoda atau urutan dari langkah-langkah yang logis dalam penyelesaian suatu masalah dan tersusun secara sistematis.
Keberadaan Algoritma didalam dunia informatika atau ilmu komputer dinilai sangatlah penting. Banyak cabang dari ilmu komputer yang diacu ke dalam termonolgi Algortima ini. Secara umum, pemroses (Processor) merupakan pihak yang melakukan suatu proses dengan melaksanakan atau mengeksekusi Algoritma yang terdefinisikan dan terjabarkan didalam proses tersebut. Adapun pihak-pihak yang dapat dikatakan pemroses secara umum dapat berupa manusia, mesin, robot, komputer dan alat-alat mesin lainnya.
Algoritma harus dibuat secara benar dan dituangkan ke dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh pemroses, karena pemroses mesti melakukan urutan langkah secara pasti dan benar terhadap Algortima. Selain itu agar penyelesaian permasalahan yang sesuai dapat terjadi, dari sudut pandang pemroses setidaknya ada beberapa hal yang mesti diperhatikan yaitu pemroses mesti memahami setiap langkah dalam Algoritma dan pemroses harus dapat mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.
Algoritma yang dituangkan ke dalam bahasa tertentu (notasi) yang dapat dimengerti oleh pemroses dapat dikatakan sebagai program. Adapun notasi yang dimaksud merupakan suatu bahasa pemograman tertentu. Dengan kata lain program merupakan implementasi dari Algoritma. Sedangkan dalam melakukan pemograman senantiasa melibatkan data maka dapat dikatakan secara simbolik program = Algoritma + struktur data.
Perlu diperhatikan, bahwa ada perbedaan secara mendasar antara apa itu belajar memogram dengan belajar bahasa pemograman. Belajar memogram berarti belajar bagaimana membuat atau menentukan suatu strategi, metodologi, tata cara, dan sistematika pemecahan permasalahan. Dalam belajar memogram diperlukan adanya pemahaman terhadap persoalan yang ditunjuk, kemampuan analisis dan sintesis. Secara komprehensif belajar memogram identik dengan mendesain program. Adapun belajar bahasa pemograman, ialah belajar untuk dapat menggunakan suatu bahasa pemograman tertentu diantara lain mempelajari aturan, sintaksis, dan pemanfaatan intruksi-intruksi spesifik (key word) bawaan. Belajar bahasa pemograman lebih ditekankan ke coding.
Aturan Pembuatan  Algoritma
Menurut Donald E Knuth[1] Algoritma harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah-langkah yang telah ditentukan.
  2. Setiap langkah yang telah ditentukan harus terdefinisi dengan jelas dan tepat sehingga tidak mempunyai arti ganda.
  3. Algoritma dapat mempunyai nol atau lebih masukan.
  4. Algoritma dapat mempunyai nol atau lebih keluaran.
  5. Algoritma harus efektif dan sedeherna sehingga dapat dikerjakan dengan waktu yang rasional.
Algoritma dalam urutan aksinya harus menekankan kepada setiap kejadian yang terjadi pada selang waktu tertentu (terbatas) yaitu dimulai saat T0 (Initial State/ Keadaan Awal) dan berakhir pada T1 (Final State/ Keadaan Akhir) serta menghasilkan efek netto yang terdefinisi dengan baik dan sesuai dengan apa yang direncanakan sejak awal.
Seperti yang dapat kita simpulkan bahwa pemograman merupakan aktivitas dalam menulis Algoritma yang dituangkan ke dalam notasi / bahasa pemograman tertentu yang dapat dimengerti oleh komputer. Langkah-langkah dalam pemograman setidaknya meliputi:
  1. Mendefinisikan masalah, tahapan ini kita masih dalam mencari permasalahan yang hendak dipecahkan dengan mempertimbangkan sumber daya (resource) yang ada dan hasil yang kita inginkan.
  2. Menentukan solusi, dari pendefinisian masalah diatas maka menentukan bagaimana pemecahannya dengan tetap mempertimbangkan ketepatan dalam pencapaian sasaran dan penggunaan waktu yang dibutuhkan.
  3. Memilih Algoritma, ketika tahapan ini kita harus dapat membuat dan menentukan mana Algoritma yang paling sesuai yang dapat kita terapkan dalam pemecahan permasalahan yang ada.
  4. Menulis program, dari Algoritma yang ada maka kita tinggal menuangkannya kedalam bahasa pemograman tertentu yang kita gunakan.
  5. Menguji program, tahap ini diperlukan untuk mengetahui kesesuaian dan ketepatan dengan tujuan awal. Tahap ini memberikan beberapa kasus permasalahan yang diuji cobakan terhadap jalannya program dengan melihat aspek-aspek dari masukan (input), langkah-langkah penyelesaian dan keluaran (output).
  6. Menulis dokumentasi, tahapan ini dapat dilakukan sejak awal bersamaan dengan aktivitas penulisan program. Penambahan komentar pada setiap blok program atau sintaks program tertentu diperlukan untuk kemudahan dalam perbaikan dan pengembangan program. Selain memberikan komentar dalam kode program, dokumentasi juga ditunjukan untuk pembendaharan dan penjelasan dari masing-masing keyword, icon, fungsi atau prosedure program yang kita buat ataupun tatacara penggunaan dari masing-masing perintah dalam penggunaan program. Dokumentasi dapat berupa tools helper ataupun hand out petunjuk penggunaan program.
  7. Merawat program, tahapan ini merupakan runtinitas yang dilakukan oleh pemogram atau user end. Jika pemogram melakukannya dengan cara mencari kemungkinan BUG yang ada dan memperbaikinya maka end user melakukannya dengan cara menggunakan program sesuai dengan petunjuk dan batasannya ataupun restore program (restore, backup data, install ulang, dll).
Pemodelan Algoritma
Pemodelan Algoritma merupakan aktivitas dalam mengilustrasikan jalannya suatu alur Algoritma dalam program dengan menggunakan simbol dan aturan-aturan tertentu. Ada tiga tipe pemodelan, yaitu:
  1. Flowcharts
  2. Nassi Scheniderman (Ns Diagram), dan
  3. Pseudecode
Dari ketiga model diatas, model terakhir yaitu pseudecode lah yang amat banyak digunakan dan populer dikalangan para pemrogramam, khususnya di Indonesia. Hal itu dapat terlihat di hampir semua perguruan tinggi atau sekolah menggunakan pemodelan algoritma Pseudecode dalam melakukan pendekatan terhadap code. Di dalam pembelajaran ini pun kita menggunakan pemodelan Pseudecode.
Pseudecode
Pseudecode adalah pemodelan algoritma dengan menggunakan kode yang mirip dengan kode pemograman yang sebenarnya, seperti BASIC, PASCAL, C, dan lain-lain. Secara bahasa, Pseudecode berasal dari kata Pseudo yang artinya mirip atau imitasi atau menyerupai. Dan akar kata kedua yaitu Code yang berarti program.
Ada beberapa bagian algoritma di dalam Pseudecode, yaitu :
  1. Judul (Header)
  2. Deklarasi (Kamus)
  3. Deskripsi
Pada setiap bagian tersebut dapat kita berikan dokumentasi berupa komentar. Untuk memberikan komentar kita gunakan kurung kurawa contoh {komentar}. Notasi algoritmis yang ditulis didalam kurung kurawa {} maka tidak akan dieksekusi oleh compiler.
Judul (Header)
Judul merupakan bagian kepala yang berisi nama algoritma dan penjelasan spesifik mengenai algoritma tersebut seperti cara kerja, kondisi awal dan kondisi akhir.
Contoh:
Program Perkenalan; {Judul/Header Program}
{ mencetak String “Hallo, nama saya Pascal!”, “Boleh kita berkenalan, Siapa nama kamu?”, “Oh!, TheName. Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal” ke piranti keluaran (monitor). Dan menerima inputan sebuah nama (TheName)dari user.}
Deklarasi (Kamus)
Bagian ini merupakan ruang untuk mendefinisikan beberapa komponen data (type data, konstanta), variabel, fungsi dan prosedure.
Contoh:
{Deklarasi/Kamus}
TheName:String; {variabel penampung inputan bertipe data String}
Deskripsi
Bagian yang berisi uraian langkah-langkah penyelesaian masalah.  Deskripsi merupakan bagian inti dari algoritma, biasa berisi intruksi-intruksi penyelesaian dan pemanggilan aksi tertentu yang sudah didefinisikan.
Contoh:
{Deskripsi}
Output(‘Hallo, nama saya Pascal!’);
Output(‘Boleh kita berkenalan, Siapa nama kamu?’);
Input(TheName);
Output(‘Oh! ’,TheName ,‘. Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal’);
Dalam pembelajaran ini, notasi algoritma yang kita buat dengan model pseudecode akan kita konversikan ke dalam bahasa pemograman Pascal. Sebelum beranjak lebih jauh dan untuk mempermudah pelajaran selanjutnya, sebaiknya kita bahas dulu apa itu bahasa pemograman Pascal.
Bahasa pemograman Pascal, penamaan Pascal di ambil dari sebuah nama guru besar di Francis yaitu Blaise Pascal. Pascal termasuk ke dalam kategori bahasa pemograman prosedural yaitu suatu bahasa pemograman yang impelemtasinya berdasarkan kepada penyelesaian permasalahan yang mengandalkan langkah terurut dari beberapa fungsi dan prosedure program yang di definisikan. Kelemahan kategori ini akan terlalu banyak melibatkan coding dalam penggunaan fungsi dan prosedure dalam satu medan kerja untuk permasalahan yang kompleks dan sulit dalam pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengembangan code-nya. Namun kemudahan bahasa pemograman ini jika dibandingkan dengan bahasa pemogaman non-prosedural lainnya ialah mudah untuk dipelajari, khususnya bagi para pemula dalam mempelejari dan mengenal apa itu bahasa pemograman.
Struktur Pascal terdiri dari beberapa bagian yang dimana tiap bagiannya sama dengan bagian-bagian yang dimiliki oleh Algoritma-Pseudecode. Adapun struktur Pascal yang dimaksud yaitu:
  1. Programe name dan Processor directive yang sama dengan judul program pada pseudecode, namun untuk processor directive adalah key word wajib yang mesti dipanggil paling awal pada saat program di buat dan dijalankan. Processor directive ini mengacu kepada library bawaan Pascal untuk melakukan standar baku pemograman, misal wincrt, crt, graphic dan lain-lain.
  2. Global variabel block merupakan kamus atau deklarasi dalam pseudecode.
  3. Main procedure dan Main procedure code merupakan deksripsi dalam pseudecode.
Jika secara sederhana template dari struktur pascal tampak sebagai berikut:
{ Program name }
PROGRAM my_program_1;
{ Preprocessor directives }
USES crt;
{ Global Variable Block }
VAR
Int_var : Integer;
String_var : String;
Any_var : Real;
{ Main Procedure }
BEGIN
{ Main procedure code }
END.

Contoh konversi pseudecode program perkenalan ke pascal
Pseudecode
Program Perkenalan; {Judul/Header Program}
{Deklarasi/Kamus}
TheName:String; {variabel penampung inputan bertipe data String}
{Deskripsi}
Output(‘Hallo, nama saya Pascal!’);
Output(‘Boleh kita berkenalan, Siapa nama kamu?’);
Input(TheName);
Output(‘Oh! ’,TheName ,‘. Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal’);
Pascal
{judul program}
PROGRAM perkenalan;
USES crt;
{ Deklarasi }
VAR
TheName : String;
{ Deskripsi }
BEGIN
Writeln(‘          Program Perkenalan          ‘);
Writeln(‘======================================’);
Writeln;
write(‘Hallo, nama saya Pascal!’); {write: keyword keluaran}
writeln; {writeln: keyword keluaran dengan satu enter ke bawah}
writeln(‘Boleh kita berkenalan, Siapa nama kamu?’);
read(TheName); {read: keyword untuk masukan}
writeln(‘Oh! ’,TheName ,‘. Selamat Belajar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Bahasa Pascal’);
readln; {readln: keyword masukan dengan satu enter ke bawah}
END.

LATIHAN
  • Program Konversi Suhu Farenhit ke Celcius
Pseudecode
{nama program}
Program Konversi_Suhu;
{kamus}
{nama tetapan}
Const k=5/9; {k: konstanta farenhit}
Const kh=32; {kh: konstanta suhu}
{nama variable}
var f,c:real;
{Deskripsi}
Input(f);
c:=k*(f-kh);{proses konversi}
Output(c);

Pascal
Program Konversi_Suhu;
Uses WinCrt;
Const k=5/9;
Const kh=32;
var f,c:real;
begin
Writeln(‘Program Konversi Fareinheit Ke Celcius’);
Writeln(‘======================================’);
Writeln;
Write(‘Masukan Suhu dalam Farenheit: ‘);readln(f);
c:=k*(f-kh);
Writeln;
Writeln(‘Jadi Suhu Dalam Celcius Adalah: ‘,c:4:2);
readln;
end.

  • Program Konversi Waktu (Jam ke Detik)
Pseudecode
{nama program}
Program Konversi_Waktu;
{kamus}
j,m,d,h:integer;
{deskripsi}
Input(j); {jam}
Input(m); {menit}
Input(d); {detik}
h:=(j*3600)+(m*60)+d; {proses konversi}
Output(h); {detik akumulatif hasil konversi}

Pascal
Program Konversi_Waktu;
Uses Wincrt;
Var j,m,d,h:integer;
begin
Writeln(‘Program Konversi Waktu’);
Writeln(‘======================’);
Writeln;
Write(‘Masukkan Jumlah Jam : ‘);readln(j);
Write(‘Masukkan Jumlah Menit : ‘);readln(m);
Write(‘Masukkan Jumlah Detik : ‘);readln(d);
Writeln;
h:=(j*3600)+(m*60)+d;
Writeln(‘Jadi Hasil Konversi : ‘,h,’ Detik’);
readln;
end.

  • Program Menukar Nilai
Pseudecode
{nama program}
Program Menukar_Nilai;
{kamus}
var A,B,C:integer;
{deskripsi}
Input(A);
Input(B);
{proses tukar}
C:=A;
A:=B;
B:=C;
Output( A,B);

Pascal
Program Menukar_Nilai;
Uses WinCrt,WinDos;
var A,B,C:integer;
Begin
Clrscr; {keyword untuk membersihkan layar}
Writeln(‘Program Menukar Nilai A Menjadi B’);
Writeln(‘=================================’);
Writeln;
Write(‘Masukkan Nilai A: ‘);readln(A);
Write(‘Masukkan Nilai B: ‘);readln(B);
Writeln;
C:=A;
A:=B;
B:=C;
Writeln;
Writeln(‘Hasil A=’,A,’ B=’,B);
readln;
End.

  • Program Hitung Karakter (Nama)
Pseudecode
{nama program}
PROGRAM Hitung_Karakter;
{kamus}
nama    : string;
namalen : integer;
{deskripsi}
input (nama);
namalen := length(nama); {length: keyword untuk hitung karakter}
output (nama, namalen);

Pascal
PROGRAM Hitung_Karakter;
USES crt;
VAR
nama    : string;
namalen : integer;
BEGIN
clrscr;
Writeln(‘Program Hitung Karakter’);
Writeln(‘=================================’);
Writeln;
write (‘Masukan nama Anda? ‘);
readln (nama);
namalen := length(nama); {length: keyword untuk hitung karakter}
writeln (‘Nama ‘, nama,’ memiliki panjang karakter ‘, namalen);
readln;
END.
  • ‘Program Konversi Teks ke Uper ke Lower
Pseudecode
{nama program}
PROGRAM convert_uper_lower;
{kamus}
text : string;
i    : integer;
{deskripsi}
input (text);
{proses uper}
text := upcase(text); {upcase: keyword untuk upercase karakter}
output(text);
{proses lower}
text:= lowercase(text);
output(text);

Pascal
PROGRAM convert_uper_lower;
USES crt;
VAR
text : string;
i    : integer;
BEGIN
clrscr;
Writeln(‘Program Konversi Teks ke Uper ke Lower’);
Writeln(‘=======================================’);
Writeln;
write (‘Masukan sebuah kalimat ‘);
readln (text);
text := upcase(text);
writeln (‘Uppercase dari kalimat tersebut adalah: ‘);
write (‘  ‘, text);
readln;
text:= lowercase(text);
writeln (‘lowercase dari kalimat tersebut adalah: ‘);
write (‘  ‘, text);
readln;
END.